Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rambut Rontok dari Akar atau Patah di Tengah? Ini Cara Membedakannya

Perbedaan rambut rontok dari akar dan rambut patah di tengah pada helai rambut

Menemukan banyak rambut di sisir, lantai kamar mandi, atau bantal memang bisa bikin khawatir. Apalagi ketika rambut terasa semakin tipis, sementara kamu sudah rutin memakai sampo dan kondisioner.

Namun, ada satu hal yang sering terlewat: rambut yang terlihat berjatuhan belum tentu semuanya rontok dari akar. Sebagian bisa saja patah di tengah atau dekat ujung rambut akibat gesekan, panas, maupun kebiasaan menata rambut.

Keduanya membutuhkan pendekatan perawatan yang berbeda. Rambut patah biasanya berkaitan dengan kondisi batang rambut, sedangkan kerontokan dari akar dapat dipengaruhi siklus pertumbuhan rambut, perubahan hormon, stres, kondisi kesehatan, dan faktor lainnya.

Lalu, bagaimana cara membedakannya? Yuk, perhatikan bentuk helai rambut dan kebiasaan perawatanmu sebelum buru-buru mengganti semua produk rambut.

1. Perhatikan Bentuk Ujung Rambut yang Jatuh

Salah satu cara paling sederhana adalah mengamati helai rambut yang terlepas. Ambil beberapa helai yang jatuh secara alami, lalu perhatikan kedua ujungnya di bawah pencahayaan yang cukup.

Ciri rambut yang rontok dari akar

  • Panjang helainya cenderung menyerupai panjang rambut yang tumbuh di kepala.
  • Pada salah satu ujungnya, terkadang terlihat tonjolan kecil menyerupai gada atau bulatan berwarna putih pucat.
  • Helainya bisa terlihat utuh, bukan berupa potongan-potongan pendek dengan panjang yang beragam.

Bulatan kecil tersebut dapat berupa ujung akar berbentuk club hair, yaitu bagian rambut yang terlepas pada fase tertentu dalam siklus pertumbuhan. Namun, tidak semua rambut yang rontok akan memperlihatkan tonjolan yang mudah dikenali.

Perlu diingat, bulatan putih bukan berarti seluruh folikel rambut ikut tercabut. Folikel berada di dalam kulit kepala dan umumnya tetap ada meskipun sehelai rambut terlepas.

Ciri rambut yang patah di tengah

  • Panjang helainya bervariasi, mulai dari potongan pendek hingga beberapa sentimeter.
  • Kedua ujungnya bisa terlihat tidak rata, kasar, atau seperti serat yang terurai.
  • Batang rambut terasa lebih rapuh, mudah kusut, atau terlihat bercabang.

Meski begitu, rambut patah tidak selalu terlihat jelas secara kasatmata. Rambut yang patah dekat kulit kepala juga bisa tampak seperti kerontokan biasa, sehingga bentuk helai saja tidak cukup untuk memastikan penyebabnya.

2. Bandingkan Panjang Rambut yang Berjatuhan

Kalau rambut yang ditemukan di sisir kebanyakan panjang dan utuh, kerontokan dari akar bisa menjadi salah satu kemungkinan. Sebaliknya, jika banyak helai pendek dengan panjang tidak beraturan, kerusakan batang rambut patut diperhatikan.

Perhatikan juga apakah rambut pendek tersebut berasal dari area yang memang baru dipotong atau dari bagian rambut yang lebih panjang. Rambut baru yang sedang tumbuh dapat terlihat pendek dan halus, sehingga tidak otomatis menandakan rambut patah.

Coba amati pola ini selama beberapa hari tanpa menarik rambut dengan sengaja. Tujuannya bukan menghitung setiap helai, melainkan mengenali apakah rambut berjatuhan dalam bentuk utuh atau berupa potongan-potongan pendek.

3. Cek Kondisi Rambut dan Kulit Kepala

Perbedaan berikutnya dapat terlihat dari kondisi batang rambut dan kulit kepala. Rambut yang rapuh sering menunjukkan tanda kerusakan pada bagian yang sering terkena panas, pewarnaan, atau gesekan.

Rambut patah lebih mungkin terjadi jika kamu sering mengalami hal-hal berikut:

  • Rambut terasa kasar, kering, dan mudah kusut ketika disisir.
  • Ujung rambut bercabang atau memiliki bagian yang tampak menipis dan tidak rata.
  • Rambut sering diwarnai, diluruskan secara kimia, atau ditata menggunakan alat panas.
  • Rambut sering diikat terlalu kencang atau disisir dengan tarikan kuat.

Sementara itu, kerontokan dari akar bisa terjadi meskipun batang rambut terasa cukup halus dan tidak tampak rusak. Pada sebagian orang, rambut rontok juga disertai penipisan di area tertentu, garis belahan yang semakin lebar, atau berkurangnya kepadatan rambut secara bertahap.

Jika kamu ingin mulai memperhatikan kesehatan kulit kepala, kamu juga bisa membaca panduan perawatan dalam kategori scalp care dan kesehatan kulit kepala.

4. Kenali Penyebab yang Mungkin Berbeda

Memahami kemungkinan penyebab membantu kamu memilih langkah perawatan yang lebih tepat. Produk untuk melembutkan batang rambut, misalnya, tidak selalu dapat mengatasi kerontokan yang dipicu masalah kesehatan.

Penyebab rambut patah di tengah

Kerusakan batang rambut dapat muncul akibat penggunaan alat styling bersuhu tinggi, proses bleaching atau pewarnaan berulang, gesekan handuk, serta kebiasaan menyisir rambut saat kusut. Rambut yang kering atau telah mengalami proses kimia biasanya lebih rentan mengalami kerusakan.

Untuk mengurangi risikonya, gunakan kondisioner pada panjang rambut, uraikan kusut secara perlahan, batasi penggunaan alat panas, dan hindari menarik rambut ketika mengikatnya.

Penyebab rambut rontok dari akar

Rambut memiliki siklus pertumbuhan alami, sehingga sejumlah helai rambut akan terlepas setiap hari. Akan tetapi, kerontokan yang meningkat atau berlangsung terus-menerus dapat berkaitan dengan stres fisik maupun emosional, demam atau penyakit tertentu, perubahan hormon, kekurangan nutrisi, obat-obatan, serta kondisi kulit kepala atau rambut tertentu.

Kerontokan yang muncul beberapa waktu setelah sakit, melahirkan, atau mengalami tekanan fisik yang berat, misalnya, dapat berkaitan dengan perubahan siklus rambut. Penyebab pastinya tetap perlu dinilai berdasarkan riwayat dan gejala yang menyertai.

Jika kerontokan menjadi masalah utama, kenali juga berbagai pilihan perawatan melalui artikel panduan hair beauty dan perawatan rambut.

5. Tabel Perbedaan Rambut Rontok dan Rambut Patah

Hal yang Diamati Rontok dari Akar Patah di Tengah
Panjang helai Sering relatif utuh dan panjang Sering pendek atau bervariasi
Ujung rambut Kadang memiliki club hair berwarna pucat Dapat terlihat kasar atau tidak rata
Kondisi batang Bisa tetap tampak sehat Sering rapuh, kering, atau bercabang
Faktor yang mungkin berperan Siklus rambut, hormon, stres, atau kondisi kesehatan Panas, bahan kimia, gesekan, dan tarikan
Fokus perawatan Mencari dan menangani penyebab kerontokan Mengurangi kerusakan dan menjaga batang rambut

Tabel ini merupakan panduan awal, bukan alat diagnosis. Rambut rontok dan patah juga bisa terjadi bersamaan, sehingga kamu mungkin menemukan helai panjang sekaligus potongan rambut pendek.

6. Apa yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Mengetahui Perbedaannya?

Setelah mengamati kondisi rambut, sesuaikan rutinitas perawatan dengan masalah yang paling mungkin terjadi.

Jika rambut cenderung patah

  • Gunakan sampo sesuai kondisi kulit kepala dan kondisioner pada batang rambut.
  • Kurangi penggunaan catokan, pengeriting, dan pengering rambut bersuhu tinggi.
  • Hindari proses kimia berulang dalam waktu berdekatan jika rambut sudah terasa rapuh.
  • Gunakan sisir yang sesuai dan uraikan kusut perlahan, mulai dari bagian ujung.
  • Hindari gaya rambut yang menarik batang rambut secara terus-menerus.

Jika rambut cenderung rontok dari akar

  • Amati sejak kapan kerontokan meningkat dan apakah ada pemicu sebelumnya.
  • Pastikan pola makan mencukupi kebutuhan protein dan nutrisi penting.
  • Hindari mengonsumsi suplemen rambut secara sembarangan tanpa mengetahui kebutuhan tubuh.
  • Jangan langsung mengandalkan sampo antirontok karena hasilnya bergantung pada penyebab masalah.

Apabila kerontokan berlangsung terus-menerus, semakin banyak, atau membuat belahan rambut terlihat semakin lebar, konsultasikan dengan dokter kulit. Pemeriksaan juga sebaiknya dilakukan jika muncul area botak mendadak, kulit kepala terasa nyeri, kemerahan, bersisik berat, atau terdapat luka.

Kesimpulan

Membedakan rambut rontok dari akar dan rambut patah di tengah bisa dimulai dengan memperhatikan panjang helai, bentuk ujung rambut, serta kondisi batang dan kulit kepala. Rambut yang terlepas dalam keadaan relatif utuh dapat mengarah pada kerontokan dari akar, sedangkan banyak potongan pendek dengan ujung tidak rata dapat menunjukkan kerusakan batang rambut.

Meski demikian, jangan mengambil kesimpulan hanya dari satu tanda. Kedua masalah bisa terjadi bersamaan dan memiliki penyebab yang beragam. Mulailah dengan perawatan yang lembut, kurangi kebiasaan yang merusak rambut, dan cari bantuan profesional apabila kerontokan tidak membaik atau disertai gejala yang mengkhawatirkan.

Posting Komentar untuk "Rambut Rontok dari Akar atau Patah di Tengah? Ini Cara Membedakannya"